Selasa, 20 Februari 2018

ADAPTASI DISNEY SUKSES DI HONGKONG



ADAPTASI DISNEY SUKSES DI HONGKONG: Sebuah Perspektif Glokalisasi 

Siapa sih yang nggak kenal mickey mouse, frozen, cinderella. Ya itu beberapa tokoh karakter Disney yaitu bisnis media dan hiburan yang sukses dan terkenal hampir diseluruh dunia. Postingan kali ini akan mengkaitkan suksesnya Disneyland yang memiliki banyak cabang diberbagai negara dengan materi pembelajaran Bisnis Internasional. So.. baca sampai akhir ya.

The Walt Disney Company dirintis dari sebuah bisnis kecil ditahun 1923, Disney awalnya hanya terdiri dari satu studio dan satu taman hiburan. Hingga terus berkembang dengan banyak jaringan TV, taman hiburan, merchandise, bandara penerbitan, real estate, resort hotel, dan sebagainya.

Taman hiburan terdiri dari Disneyland, Disney World, Tokyo Disneyland, Disneyland Paris, dan yang terbaru adalah Disneyland Hongkong. Hongkong Disneyland  dibuka sejak September 2005, diatas lahan seluas 250 ha di Penny Bay. Keputusan The Walt Disney Company membangun taman di Hongkong tentu dengan pertimbangan yang matang, misalnya dari faktor-faktor ekonomi dan politik. Salah satunya adalah upah tenaga kerja yang masih tergolong rendah. Jumlah penduduk yang besar juga menjadi harapan industri pariwisata Hongkong akan terus berkembang. Meskipun Hongkong Disneyland merupakan taman Disney yang terkecil, selain itu masih terdapat taman hiburan lain yang menjadi pesaing Disney di Hongkong. Hongkong Disneyland juga dianggap tidak sesuai dengan budaya setempat.   

Banyak hal dibalik kesuksesan Hongkong Disneyland sekarang, untuk bisa meyelaraskan Hongkong Disneyland dengan budaya setempat maka dilakukanlah glokalisasi. Glokalisasi menurut Robertson (1992,1994) merupakan konsep teoritis dari kata-kata globalisasi dan lokalisasi. Menurut Robertson (2001) glokalisasi adalah jenis globalisasi tertentu yang dapat diterima perbedaan didalam dan diantara wilayah dunia. Jadi, Hongkong Disneyland mengintegrasikan diri kedalam konteks Cina.

Empat perubahan Glokalisasi besar yang membuat Hongkong Disneyland lebih sukses antara lain.
  1. Pengurangan Harga: harga tiket terlalu tinggi untuk pengunjung lokal karena tingkat pendapatan yang rendah, tiket pada hari kerja dibuat lebih murah dibandingkan dengan Disneyland lain, serta banyaknya pesaing taman hiburan serupa sehingga Hongkong Disneyland harus pintar-pintar mengatur strategi harga.
  2. Adaptasi dengan Kebiasaan Pengunjung Lokal: bekerjasama dengan perusahaan wisata setempat dengan membuat paket wisata, menambahkan atraksi lokal, merayakan festival China seperti imlek dengan karakter Disney yang menggunakan pakaian khas China, pemeran hiburan menggunakan bahasa Inggris dan dialek lokal, menggunakan karakter tradisional dalam brosur dan peta untuk bisa selalu berbaur dengan unsur lokal, regional, dan global. Penyesuaian kebiasaan makanan lokal dan preferensi makanan juga dilakukan dengan memasukkan menu tradisional setempat dalam daftar menu, salah satunya sup sirip ikan hiu yang dianggap mewah serta sebagai tanda kemakmuran dan kemurahan hati. Meskipun akhirnya menu tersebut disingkirkan karena banyak hiu yang terancam punah. Selain itu, 700 kursi ditambahkan pada area makan karena menurut pengamatan waktu makan orang China lebih lama 10 menit dibandingkan orang AS.
  3. Perubahan Dekor dan Pengaturan: perubahan dekor dan pengaturan pintu masuk dan layout wahana sesuai dengan feng shui yang dipercaya orang China nantinya akan membawa keberuntungan. Menurut budaya Tionghoa angka 8 adalah angka keberuntungan hingga salah satu ballroom Disneyland Hongkong berukuran 888 m, sebaliknya angka 4 diyakini sial hingga tidak ada tombol lantai 4 disalah satu lift Disneyland Hongkong. Cash register dibuat lebih dekat ke sudut atau disepanjang dinding yang dipercaya meningkatkan kesejahteraan. Di Chrystal Lotus yaitu restaurant kelas atas Disney terdapat lima fitur feng shui yaitu terdiri dari air, kayu, tanah, logam, dan api 
  4. Adaptasi dari Praktik Perburuhan: Disney memiliki slogan sebagai tempat paling bahagia dibumi, karyawan diminta ramah dan selalu memberi senyum kepada pengunjung. Yang berbeda di Hongkong, orang yang terlalu ramah justru dianggap mencurigakan, orang Hongkong juga tidak suka mengekspresikan perasaannya. Tradisi karyawan dan filosofi perusahaan juga disesuaikan dengan Cina. Pada awalnya karyawan Disneyland Hongkong mengeluhkan waktu istirahat yang singkat, jam kerja yang lama, dan jumlah karyawan yang tidak memadai, gaji mereka juga rendah jika dibandingkan dengan Disneyland lainnya. Hingga akhirnya kini telah dibentuk Anggota Serikat Pekerja Hongkong Disney Cast untuk memperbaiki perburuhan Hongkong Disneyland.  



Beberapa perubahan glokalisasi yang dilakukan Hongkong Disneyland diatas telah terbukti membuat Hongkong Disneyland lebih sukses dilihat dari pertumbuhan pengunjungnya. Kesuksesan glokalisasi memunculkan ide untuk menambah kapasitas dengan membangun taman Disney Cina yang kedua. Dampaknya bagi Cina, tentu kota Shanghai yang direncanakan untuk menjadi Disney Cina kedua akan menjadi bentuk kota internasional dengan pertumbuhan diberbagai bidang yang berasal dari sektor pariwisata nantinya.

Itulah sedikit cerita tentang kesuksesan Hongkong Disneyland dengan glokalisasi yang dilakukan. Disney sebagai perusahaan internasional bersikap fleksibel dengan mempertimbangkan budaya Cina hingga produk bisnisnya dapat diterima dan sukses diberbagai negara khususnya Hongkong.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perang Dagang Amerika Serikat dan China

PERANG DAGANG AMERIKA SERIKAT DAN CHINA Assalamualaikum.. Hai sobat bisnis, pada kesempatan kali ini saya akan membahas berita inter...