PERANG DAGANG AMERIKA SERIKAT DAN CHINA
Assalamualaikum..
Hai
sobat bisnis, pada kesempatan kali ini saya akan membahas berita
internasional yang cukup viral belum
lama ini. Kasus yang akan saya bahas pada saya coretan kali ini adalah fenomena
perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan China. So.. baca sampai
akhir yaa. Sebelumnya simak kutipan berita CNN Indonesia pada hari Rabu,
04/04/2018, 07:17 WIB berikut ini.
Kekhawatiran pecahnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China kembali meningkat.
Pemerintah Donald Trump mempublikasikan daftar 1.300 produk ekspor China yang
akan dibidik tarif. Amerika Serikat berencana memberlakukan tarif atas
produk-produk China senilai US$50 miliar, sebagai hukuman atas apa yang disebut
pencurian rahasia perdagangan, termasuk piranti lunak (software), hak paten dan teknologi
lainnya.
Menurut Kantor Dagang AS (USTR) di Gedung Putih, tarif sebesar 25 persen bakal diberlakukan kepada seluruh produk. Sebagian besar tarif akan membidik industri teknologi, permesinan dan kedirgantaraan China. Yang lain akan membidik peralatan medis, obat-obatan dan material pendidikan seperti peralatan penjilidan buku.
Dalam sebuah pernyataan, Kedutaan China di Amerika Serikat mengatakan bahwa China mengecam dan menentang keras daftar produk yang bakal dikenakan tarif tersebut. Menurut Kedutaan China di Washington DC, mereka akan mengajukan masalah tersebut ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan mengambil langkah yang setara terhadap produk-produk AS.
Pemerintah Donald Trump akan menggelar pertemuan public hearing bagi para pengusaha AS pada 15 Mei sebelum memberlakukan tarif. Meski begitu, belum jelas kapan tarif tersebut bakal berlaku. Menurut kabar yang dilansir CNN, para pengusaha AS memandang bahwa pemerintah mendiagnosa masalah dengan China secara tepat, namun mengambil solusi yang salah.
"Pemerintah telah mengambil langkah benar dengan fokus memulihkan keseimbangan dan keadilan dalam hubungan perdagangan kita dengan China. Namun, memberlakukan pajak terhadap produk-produk yang digunakan sehari-hari oleh para konsumen di Amerika dan memberikan lapangan kerja bukan cara untuk mengatasinya," kata Myron Brilliant, Wakil Presiden Kamar Dagang dan Industri AS, kelompok advokasi yang telah menentang kebijakan perdagangan Trump sejak lama.
Kelompok lobi para petani AS mengimbau pemerintah AS tidak meneruskan rencana pemberlakuan tarif karena mengkhawatirkan balasan dari China, salah satu pembeli terbesar produk pertanian AS. "Kami mendesak pemerintah untuk mendengarkan para petani di seluruh Amerika yang tidak mampu menghadapi pajak baru dalam ekspor mereka," kata Max Baucus, mantan senator Partai Demokrat dari Montanda dan Ketua Petani Bagi Perdagangan Bebas.
Menurut Kantor Dagang AS (USTR) di Gedung Putih, tarif sebesar 25 persen bakal diberlakukan kepada seluruh produk. Sebagian besar tarif akan membidik industri teknologi, permesinan dan kedirgantaraan China. Yang lain akan membidik peralatan medis, obat-obatan dan material pendidikan seperti peralatan penjilidan buku.
Dalam sebuah pernyataan, Kedutaan China di Amerika Serikat mengatakan bahwa China mengecam dan menentang keras daftar produk yang bakal dikenakan tarif tersebut. Menurut Kedutaan China di Washington DC, mereka akan mengajukan masalah tersebut ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan mengambil langkah yang setara terhadap produk-produk AS.
Pemerintah Donald Trump akan menggelar pertemuan public hearing bagi para pengusaha AS pada 15 Mei sebelum memberlakukan tarif. Meski begitu, belum jelas kapan tarif tersebut bakal berlaku. Menurut kabar yang dilansir CNN, para pengusaha AS memandang bahwa pemerintah mendiagnosa masalah dengan China secara tepat, namun mengambil solusi yang salah.
"Pemerintah telah mengambil langkah benar dengan fokus memulihkan keseimbangan dan keadilan dalam hubungan perdagangan kita dengan China. Namun, memberlakukan pajak terhadap produk-produk yang digunakan sehari-hari oleh para konsumen di Amerika dan memberikan lapangan kerja bukan cara untuk mengatasinya," kata Myron Brilliant, Wakil Presiden Kamar Dagang dan Industri AS, kelompok advokasi yang telah menentang kebijakan perdagangan Trump sejak lama.
Kelompok lobi para petani AS mengimbau pemerintah AS tidak meneruskan rencana pemberlakuan tarif karena mengkhawatirkan balasan dari China, salah satu pembeli terbesar produk pertanian AS. "Kami mendesak pemerintah untuk mendengarkan para petani di seluruh Amerika yang tidak mampu menghadapi pajak baru dalam ekspor mereka," kata Max Baucus, mantan senator Partai Demokrat dari Montanda dan Ketua Petani Bagi Perdagangan Bebas.
Daftar tersebut muncul setelah Kementerian Luar Negeri China bersikeras akan
meresponds dengan langkah setara atas pemberlakukan pajak apapun dari AS. China
menyatakan mereka punya daftar ekspor AS yang akan dibidik jika AS meneruskan
rencananya. "Kami telah menyatakan
bahwa China tidak akan memulai perang dagang," kata juru bicara
Kementerian Luar Negeri di Beijing. "Tapi kami tidak takut, dan akan bertarung hingga terakhir jika seseorang
bersikeras berperang"
Para pemimpin kedua negara telah menggelar perundingan selama lebihd ari sepekan untuk membuat sejumlah kompromi dan memberikan lebih banyak hak bagi perusahaan-perusahaan AS di China. Setelah investasi selama satu bulan, Kantor Dagang AS menyimpulkan bahwa China memaksa perusahaan teknologi AS yang ingin beroperasi di sana untuk membuat perusahaan gabungan dengan pengusaha China dan berbagi teknologi mereka. Penyelidikan menemukan bahwa perusahaan China kerap mencuri paten dan piranti lunak dari perusahaan Amerika.
Para pemimpin kedua negara telah menggelar perundingan selama lebihd ari sepekan untuk membuat sejumlah kompromi dan memberikan lebih banyak hak bagi perusahaan-perusahaan AS di China. Setelah investasi selama satu bulan, Kantor Dagang AS menyimpulkan bahwa China memaksa perusahaan teknologi AS yang ingin beroperasi di sana untuk membuat perusahaan gabungan dengan pengusaha China dan berbagi teknologi mereka. Penyelidikan menemukan bahwa perusahaan China kerap mencuri paten dan piranti lunak dari perusahaan Amerika.
Ada sedikit perdebatan di AS
bahwa China tidak mengikuti aturan dalam perdagangan teknologi. Perdebatan di
Washington berfokus pada bagaimana cara terbaik menghukum China tanpa menyakiti
konsumen AS. AS berjanji bahwa tarif akan diberlakukan pada produk teknologi,
kedirgantaraan, komunikasi dan permesinan China.
Namun daftar yang dirilis pada Selasa (3/4), mencakup sejumlah produk yang tidak terduga seperti alat tes malaria, alat bantu dengar, defibrillator, pemantik api, jarum suntik, gigi tiruan, dan peralatan X-Ray. Kantor Dagang AS juga mengusulkan tarif pada senapan militer China, peluncur granat dan senapan China. Mesin jet turbo dan helikopter tertentu juga dibidik untuk dikenakan tarif. Selain itu ada beberapa peralatan bor masuk dalam daftar.
Pemerintah Trump telah memberlakukan tarif 25 persen bagi impor baja dan 10 persen untuk aluminium. Tarif itu berlaku terhadap sebagian besar negara di dunia, termasuk China, meski beberapa negara mendapat pengecualian. China merespons tarif logam AS itu dengan memberlakukan pajak terhadap ekspor AS ke China. Termasuk buah-buahan, anggur, kacang-kacangan dan daging babi. (nat)
Namun daftar yang dirilis pada Selasa (3/4), mencakup sejumlah produk yang tidak terduga seperti alat tes malaria, alat bantu dengar, defibrillator, pemantik api, jarum suntik, gigi tiruan, dan peralatan X-Ray. Kantor Dagang AS juga mengusulkan tarif pada senapan militer China, peluncur granat dan senapan China. Mesin jet turbo dan helikopter tertentu juga dibidik untuk dikenakan tarif. Selain itu ada beberapa peralatan bor masuk dalam daftar.
Pemerintah Trump telah memberlakukan tarif 25 persen bagi impor baja dan 10 persen untuk aluminium. Tarif itu berlaku terhadap sebagian besar negara di dunia, termasuk China, meski beberapa negara mendapat pengecualian. China merespons tarif logam AS itu dengan memberlakukan pajak terhadap ekspor AS ke China. Termasuk buah-buahan, anggur, kacang-kacangan dan daging babi. (nat)
(https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180404070930-134-288079/perang-dagang-as-akan-kenakan-tarif-pada-1300-produk-china)
Terjadinya perang dingin dalam hal perdagangan
menunjukkan adanya pengaruh dari globalisasi terhadap setiap negara. Globalisasi
menyebabkan masalah disuatu negara tidak hanya mempengaruhi keadaan didalam
negeri tetapi juga dapat berpengaruh dinegara lain. Seperti kasus yang terjadi
ketika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menaikkan tarif impor bagi
barang-barang yang berasal dari China. Sehingga pihak China merasa dirugikan,
karena dengan tarif masuk yang tinggi akan meningkatkan harga produk China di
Amerika Serikat yang akibatnya produk China akan kurang diminati di Amerika Serikat. Selanjutnya pihak China
tidak hanya tinggal diam, akan tetapi juga membalas dengan hal yang sama yaitu
menaikkan tarif masuk bagi produk-produk Amerika Serikat hingga terjadi perang
dagang diantara keduanya.
Dengan
adanya globalisasi dampak perang dagang tersebut tidak hanya dirasakan oleh
kedua negara, akan tetapi juga akan berdampak pada negara-negara lain yang
bekerjasama dengan kedua negara tersebut. Misalnya Indonesia yang mengekspor
bahan baku ke China seperti batu bara dan kelapa sawit, maka ekspor Indonesia
terhadap komoditas tersebut akan juga berkurang. Karena jika perang dagang
berlanjut dan ekonomi China mengalami kelemahan maka akan mempengaruhi produktivitas
China.
Mengenai
tarif sendiri termasuk kedalam instrumen kebijakan perdagangan yang dibuat oleh
masing-masing negara. Tarif adalah pajak yang dikenakan atas impor atau ekspor
(Hill,2014). Penetapan tarif terhadap impor ataupun ekspor memang dapat
mengundang pro dan kontra. Misalnya jika tarif impor terlalu rendah akan
mengakibatkan terlalu banyaknya produk luar yang akan masuk kedalam negeri. Sedangkan
tarif ekspor yang terlalu tinggi akan mempersulit produsen dalam negeri untuk
memasarkan produknya hingga go internasional. Sehingga pemerintah sebaiknya
membuat kebijakan yang seimbang bagi dalam negeri maupun mitra dinegara lain
yang membuat keduanya saling melengkapi dan menguntungkan didalam bekerja sama.
Jangan sampai terjadi perang dagang yang nantinya akan merugikan kedua belah
pihak negara.
Itulah sedikit ulasan saya mengenai fenomena perang
dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan China. Semoga masalah tersebut
dapat segera terselesaikan tanpa merugikan kedua negara maupun pihak-pihak lain
yang terlibat :).
Wassalamualaikum...
Referensi:
(https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180404070930-134-288079/perang-dagang-as-akan-kenakan-tarif-pada-1300-produk-china)
Hill, Charles W.L, Chow-Hou Wee, Krishna Udayasankar. (2014). Bisnis Internasional Perspektif Asia. Jakarta: Salemba Empat.
Referensi:
(https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180404070930-134-288079/perang-dagang-as-akan-kenakan-tarif-pada-1300-produk-china)
Hill, Charles W.L, Chow-Hou Wee, Krishna Udayasankar. (2014). Bisnis Internasional Perspektif Asia. Jakarta: Salemba Empat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar